Sabtu, 16 Februari 2013
Ibadah Ala Anak Kecil
Bismillahirrahmanirahim
Memang bukan bidangnya dan saya pun tidak mengerti banyak namun saya ingin mengupas sedikit tentang kekeliruan sebagian umat islam dalam hal ibadah.Kekeliruan yang terjadi kini kita terlihat seperti ibadah ala anak kecil yang begitu polos, tak mengerti mana yang benar dan mana yang salah.
Contohnya saja diri saya yang baru memulai shalat lagi dikelas 3 SMA, saya kira shalat itu tidak ada aturan dan hanya sekedar baca dan bergerak takbir, ruku', sujud, salam. Namun ternyata saya keliru besar ketika saya bertahap menemukan dan mempelajari ilmu tentang cara ibadah yang benar, ternyata ibadah yang saya jalani selama ini jauh dari kata "benar". Saya pun berbenah diri terhadap cara ibadah saya, mulai dari niat, takbir, bacaan, ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, duduk tahiyat awal dan akhir.
Terlepas dari ibadah saya yang saya pun belum tahu sudah benar atau belum (saya akan terus belajar) saya sering melihat cara ibadah saya yang dulu saya belum ketahui ilmunya, shalat asal saja tanpa ada aturan dan asal gerak dan tidak memperhatikan syarat sah shalat dan bacaannya.Ini sedikit ilmu yang saya dapat tentang ibadah yang benar.
1. Niat
Dalam hal niat masih terjadi pro dan kontra tentang niat yang dilafazhkan namun saya ikut juga yang melafazhkan dan niat dalam hati juga. Saya mengikutinya karena saya beranggapan bahwa tidak semua manusia bisa meniatkannya didalam hati. Niat dalam hati di niatkan barengan dengan takbir yang di ucapkan
2. Takbir
Takbir yang dicontohkan Rasulullah dalam sebuah hadits yang pernah saya baca adalah posisi telapak tangan menghadap ke depan dan tingginya sejajar dengan bahu dan ada riwayat pula yang mengatakan sejajar dengan daun telinga.
3. Bacaan
Untuk hal bacaan yang sering kita keliru adalah tentang tajwid dan makhrajnya. Dalam bacaan Al Fatihah saja banyak yang salah dan mungkin saya pun termasuk yang salah itu. Namun sebuah kesalahan jangan dibiarkan salah tapi harus kita benahi dan pelajari.
4. Ruku'
Ruku' yang terjadi dikalangan kaum muslim adalah ruku' yang saya tidak tahu masuk dalam kategori thuma'ninah atau bukan karena kebanyakan kaum muslim ruku'nya begitu cepat hingga yang seharusnya berfungsi meluruskan susunan tulang punggung kini tidak mempunyai manfaat apa - apa, ruku' yang benar itu ruku' yang posisi punggungnya lurus.
5. Sujud
Seperti halnya ruku', sujud pun demikian adanya yaitu dilakukan dengan begitu cepat hingga yang seharusnya bermanfaat untuk kesehatan kini hanya sekedar meletakkan kening dilantai atau tempat sujud, sujud yang sah adalah ketika 7 anggota tubuh (Kening, 2 telapak tangan, 2 lutut, dan 2 kaki) bersentuhan dengan lantai atau tempat shalat. Hal yang sering membuat tidak sahnya sujud adalah ketika kening terhalang oleh sesuatu seperti rambut atau jilbab ataupun mukena.
Ada yang mau menambahkan gak?
Oya, kita coba berbalik ke belakang yaitu saat wudhu.
Niat dibarengin ketika membasuh wajah, tangan dan kaki dibasuh bukan disiram, rambut disapu.
Ada lagi? ada lagi?
Sekian dulu......!!!
Nafsu Itu, Kasihan Si Cinta
Wah......... Jika
dilihat dari judul pasti sebagian teman banyak yang tahu darimana judul
itu saya ambil, terlebih lagi penggemarnya Salim A. Fillah. Ya... Judul
itu saya ambil dari salah satu BAB dalam buku karya Salim A. Fillah yang
berjudul "Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan" namun disini saya akan
menyajikan dengan berbeda dengan apa yang dibahas Salim A. Fillah dalam
bukunya.
Kenapa ya judulnya gitu banget?
Mang nafsu dan cinta punya kesamaan ya?
Oh..... Tentu punya kesamaan antara nafsu dan cinta, kesamaannya ialah sama - sama ingin memiliki. Lalu bagaimana membedakan kedua hal tersebut?
Nah... Itulah yang akan saya coba berbagi dengan teman semua. Yang membedakan kedua hal itu (Nafsu dan Cinta) ialah terletak dalam pengaplikasiannya.
Nafsu itu pasti membawa keburukan (beda ya dengan nafsu makan, dan sejenisnya, pasti teman mengerti nafsu apa yang akan saya uraikan) dan menghasilkan buah bernama dosa.
Wah... Wah... Pasti sudah punya gambaran ya mengapa judulnya "Nafsu Itu, Kasihan Si Cinta"?
Yupz... Benar sekali, apa yang dirasakan orang dalam aktivitas pacarannya hanyalah sekedar nafsu belaka namun karena kecerdikan otak manusia dalam hal yang kurang baik nafsu itu disembunyikan dibalik kata "CINTA", oh.. Pantaslah bila saya beri judul "Nafsu Itu, Kasihan Si Cinta", karena cinta dalam dunia pacaran hanya sekedar label yang menipu, yang padahal isinya hanyalah nafsu.
Nafsu Itu, Kasihan Si CintaJujurlah teman tentang apa yang dirasakan? Janganlah pernah mau dibodohi diri sendiri yang sering sekali dikuasai nafsu.
Cobalah berpikir, apa benar yang dirasakan adalah cinta?Cinta tak mungkin membawa pelakunya pada siksaan api neraka, cinta pasti membawa pelakunya kepada indahnya kenikmatan syurga.
Mari kita lihat hadits ini
"Siapapun yang ditikam kepalanya dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh yang bukan muhrimnya."(HR. Tirmidzi).
Aw........ Aw...... Aw......Baru menyentuh saja siksaannya sudah seperti itu apalagi hingga tingkat pelukan, ciuman, dan berhubungan layaknya suami istri, pastinya lebih ih..... Waw ya.
Namun mari kita lihat kenyataan yang ada dalam TKP, pegangan tangan adalah hal yang wajar dalam aktivitas pacaran malah jika tak berpegangan bisa dibilang seperti istilah "Bagai sayur tanpa garam", nah... Garam itu cuma supaya ada rasanya, bumbu dan bahan agar sayur itu lebih mantap itu seperti ciuman, pelukan dan ada deh....... Mungkin itu hanya celotehan konyol yang tak memakai pikiran.Jika pegangan saja sudah di anggap hal yang lumrah terus selanjutnya islammu mau kamu jadikan apa? "KTP doang, hahaha" jawaban dari karakter bodoh yang tak mau berpikir (Galak amat mas !!!).
Hampir tak mungkin kali ya aktivitas pacaran itu tak dibumbui pegangan tangan sebab ya...itu seperti yang sudah dibahas bahwa pegangan tangan adalah hal yang lumrah (Hal yang wajib saja kali ya !!!) dalam aktivitasnya.Saya termasuk tipe yang jarang bisa basa - basi. Jadi, mungkin saya akan mengatakan pujian terhadap si do'i hanyalah bualan yang bertujuan untuk mendapatkan dosa (Loh... koq dosa?). Yaiyalah dosa, kan jika memuji si do'i pasti ada inginnya dan inginnya itu tidak terlepas dari hal yang menghasilkan dosa.
Saya akan memasukkan salah satu update status saya yang berisi persamaan tentang si pacar dengan pelacur (Koq gitu banget sih persamaannya?), Hush... Jangan berkomentar dulu, saksikan saja, OK !!!Pelacur dengan si pacar itu memiliki kesamaan yaitu sama - sama bertujuan memuaskan nafsu pasangannya yang tidak halal namun dalam kasus si pacar ini pembayaran yang dilakukan lebih halus yaitu dengan hal yang namanya mentraktir, beli ini beli itu dan selanjutnya si pacar ngomong," Kamu baik banget si ay, aku jadi tambah sayang sama kamu," (Bersandar dipundak pasangannya sambil berpegangan mesra). Moment seperti itu pun takkan pernah dilewatkan pasangannya, nah... Pada kesempatan itu beraksilah nafsu yang menggebu - gebu.
SADARILAH !!!
Lalu, apa sih cinta itu?Seperti yang telah ditulis disalah satu baris dalam pembahasan ini bahwa cinta tak mungkin membawa pelakunya kepada siksaan api neraka dan cinta pasti membawa pelakunya kepada kenikmatan syurga.
Cinta Itu Serius Untuk Menikah
Cinta Itu Tak Menyentuh Yang Belum Halal Untuknya
Cinta Itu Membawa Kedekatan Pada Ilah
Cinta Itu Berharap Mendapat Ridho dan RahmatNya
Kenapa ya judulnya gitu banget?
Mang nafsu dan cinta punya kesamaan ya?
Oh..... Tentu punya kesamaan antara nafsu dan cinta, kesamaannya ialah sama - sama ingin memiliki. Lalu bagaimana membedakan kedua hal tersebut?
Nah... Itulah yang akan saya coba berbagi dengan teman semua. Yang membedakan kedua hal itu (Nafsu dan Cinta) ialah terletak dalam pengaplikasiannya.
Nafsu itu pasti membawa keburukan (beda ya dengan nafsu makan, dan sejenisnya, pasti teman mengerti nafsu apa yang akan saya uraikan) dan menghasilkan buah bernama dosa.
Wah... Wah... Pasti sudah punya gambaran ya mengapa judulnya "Nafsu Itu, Kasihan Si Cinta"?
Yupz... Benar sekali, apa yang dirasakan orang dalam aktivitas pacarannya hanyalah sekedar nafsu belaka namun karena kecerdikan otak manusia dalam hal yang kurang baik nafsu itu disembunyikan dibalik kata "CINTA", oh.. Pantaslah bila saya beri judul "Nafsu Itu, Kasihan Si Cinta", karena cinta dalam dunia pacaran hanya sekedar label yang menipu, yang padahal isinya hanyalah nafsu.
Nafsu Itu, Kasihan Si CintaJujurlah teman tentang apa yang dirasakan? Janganlah pernah mau dibodohi diri sendiri yang sering sekali dikuasai nafsu.
Cobalah berpikir, apa benar yang dirasakan adalah cinta?Cinta tak mungkin membawa pelakunya pada siksaan api neraka, cinta pasti membawa pelakunya kepada indahnya kenikmatan syurga.
Mari kita lihat hadits ini
"Siapapun yang ditikam kepalanya dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh yang bukan muhrimnya."(HR. Tirmidzi).
Aw........ Aw...... Aw......Baru menyentuh saja siksaannya sudah seperti itu apalagi hingga tingkat pelukan, ciuman, dan berhubungan layaknya suami istri, pastinya lebih ih..... Waw ya.
Namun mari kita lihat kenyataan yang ada dalam TKP, pegangan tangan adalah hal yang wajar dalam aktivitas pacaran malah jika tak berpegangan bisa dibilang seperti istilah "Bagai sayur tanpa garam", nah... Garam itu cuma supaya ada rasanya, bumbu dan bahan agar sayur itu lebih mantap itu seperti ciuman, pelukan dan ada deh....... Mungkin itu hanya celotehan konyol yang tak memakai pikiran.Jika pegangan saja sudah di anggap hal yang lumrah terus selanjutnya islammu mau kamu jadikan apa? "KTP doang, hahaha" jawaban dari karakter bodoh yang tak mau berpikir (Galak amat mas !!!).
Hampir tak mungkin kali ya aktivitas pacaran itu tak dibumbui pegangan tangan sebab ya...itu seperti yang sudah dibahas bahwa pegangan tangan adalah hal yang lumrah (Hal yang wajib saja kali ya !!!) dalam aktivitasnya.Saya termasuk tipe yang jarang bisa basa - basi. Jadi, mungkin saya akan mengatakan pujian terhadap si do'i hanyalah bualan yang bertujuan untuk mendapatkan dosa (Loh... koq dosa?). Yaiyalah dosa, kan jika memuji si do'i pasti ada inginnya dan inginnya itu tidak terlepas dari hal yang menghasilkan dosa.
Saya akan memasukkan salah satu update status saya yang berisi persamaan tentang si pacar dengan pelacur (Koq gitu banget sih persamaannya?), Hush... Jangan berkomentar dulu, saksikan saja, OK !!!Pelacur dengan si pacar itu memiliki kesamaan yaitu sama - sama bertujuan memuaskan nafsu pasangannya yang tidak halal namun dalam kasus si pacar ini pembayaran yang dilakukan lebih halus yaitu dengan hal yang namanya mentraktir, beli ini beli itu dan selanjutnya si pacar ngomong," Kamu baik banget si ay, aku jadi tambah sayang sama kamu," (Bersandar dipundak pasangannya sambil berpegangan mesra). Moment seperti itu pun takkan pernah dilewatkan pasangannya, nah... Pada kesempatan itu beraksilah nafsu yang menggebu - gebu.
SADARILAH !!!
Lalu, apa sih cinta itu?Seperti yang telah ditulis disalah satu baris dalam pembahasan ini bahwa cinta tak mungkin membawa pelakunya kepada siksaan api neraka dan cinta pasti membawa pelakunya kepada kenikmatan syurga.
Cinta Itu Serius Untuk Menikah
Cinta Itu Tak Menyentuh Yang Belum Halal Untuknya
Cinta Itu Membawa Kedekatan Pada Ilah
Cinta Itu Berharap Mendapat Ridho dan RahmatNya
Minggu, 30 September 2012
Kau Yang Disana
KAU YANG DISANA
Maaf untuk kata cinta yang keluar
Maaf untuk kasih yang ku berikan
Tak layak kita dalam berperan
Dalam hubungan tanpa ridhoNya
Simpanlah cinta dalam hati
Hadirkanlah cinta atas dasar Ilahi
Ku ingin cinta yang suci
Cinta yang berlandaskan pada Ilahi
Indah akan hadir
Bahagia akan datang
Ketika hati mampu bersabar
Dari godaan cinta yang haram
Aku memang ingin cintamu
Namun ku takut akan ketentuanNya
Yang tak mengizinkan kita bersama
Dalam bingkai cinta yang haram
Terima kasih ya Allah
Yang selalu memberikan rahmatNya pada hambaNya
Yang selalu memberikan petunjuk
Meski selalu kekecewaan yang di terima
Terima kasih untukmu
Yang sudah mau mengerti
Yang sudah mau memahami
Mari kita jaga cinta yang suci
Hingga tiba waktu yang di nanti
Untukmu yang disana,"aku memang menyayangimu tapi ku sadar kita salah, ku tahu bukan ini yang terbaik,maafkanlah aku yang telah mengungkapkan cinta, maafkanlah aku yang telah mengumbar kata mesra,jangan jauh dariku ya, mari kita berteman dalam jalan Allah, saling mendo'akan dan mengingatkan, jikalau memang kita jodoh pasti kita akan di persatukan olehNya,Dia lah yang Maha Mengetahui."
Maaf untuk kata cinta yang keluar
Maaf untuk kasih yang ku berikan
Tak layak kita dalam berperan
Dalam hubungan tanpa ridhoNya
Simpanlah cinta dalam hati
Hadirkanlah cinta atas dasar Ilahi
Ku ingin cinta yang suci
Cinta yang berlandaskan pada Ilahi
Indah akan hadir
Bahagia akan datang
Ketika hati mampu bersabar
Dari godaan cinta yang haram
Aku memang ingin cintamu
Namun ku takut akan ketentuanNya
Yang tak mengizinkan kita bersama
Dalam bingkai cinta yang haram
Terima kasih ya Allah
Yang selalu memberikan rahmatNya pada hambaNya
Yang selalu memberikan petunjuk
Meski selalu kekecewaan yang di terima
Terima kasih untukmu
Yang sudah mau mengerti
Yang sudah mau memahami
Mari kita jaga cinta yang suci
Hingga tiba waktu yang di nanti
Untukmu yang disana,"aku memang menyayangimu tapi ku sadar kita salah, ku tahu bukan ini yang terbaik,maafkanlah aku yang telah mengungkapkan cinta, maafkanlah aku yang telah mengumbar kata mesra,jangan jauh dariku ya, mari kita berteman dalam jalan Allah, saling mendo'akan dan mengingatkan, jikalau memang kita jodoh pasti kita akan di persatukan olehNya,Dia lah yang Maha Mengetahui."
Indahnya bila di cinta
Indahnya bila di cinta
Indahnya bila di cinta
Hati bergetar bahagia
Ketika cinta menyapa relung jiwa
Tawa indah menjadi pelipur lara
Engkau yang ku harap
Engkau yang ku nanti
Bukan cinta haram
Namun cinta halal
Hari demi hari akan sejuk
Bila cinta di sisi
Penuh pengertian
Dan perhatian
Aku ingin memilikimu
Sungguh ingin bersamamu
Namun ku tak ingin memilikimu
Tak ingin membuat sakit hatimu
Ku tahu ku akan pergi
Meninggalkan semua yang ku miliki
Meninggalkan dirimu yang ku cintai
Meninggalkan dirimu yang ku kasihi
Ketika aku pergi meninggalkanmu
Meninggalkan cintamu
Ku tak ingin kau bersedih
Ku tak ingin kau menangis
Tegarlah cinta
Landaskanlah cintamu padaNya
Aku kan berada di sisiNya
Dan menantimu di surgaNya
Rindulah padaNya
Dan kau kan bertemu denganku
Dan bersama denganku
Dalam kehidupan indah yang abadi
Tersenyumlah cinta
Kenanglah aku dalam hati
Namun janganlah kau jadikan aku
Jadikan aku sebagai tetesan air mata
Aku ingin jadi senyummu
Aku ingin jadi bagian hatimu
Bukan ingin jadi sedihmu
Bukan ingin jadi air matamu
Persembahkanlah air mata itu untukNya
UntukNya yang abadi dan takkan mati
Air mata penyesalan
Terhadap diri yang hina
Dan penuh dengan dosa
Ya Habibie Ana Ukhibukki Ilaika Fillah ^.^
Hati bergetar bahagia
Ketika cinta menyapa relung jiwa
Tawa indah menjadi pelipur lara
Engkau yang ku harap
Engkau yang ku nanti
Bukan cinta haram
Namun cinta halal
Hari demi hari akan sejuk
Bila cinta di sisi
Penuh pengertian
Dan perhatian
Aku ingin memilikimu
Sungguh ingin bersamamu
Namun ku tak ingin memilikimu
Tak ingin membuat sakit hatimu
Ku tahu ku akan pergi
Meninggalkan semua yang ku miliki
Meninggalkan dirimu yang ku cintai
Meninggalkan dirimu yang ku kasihi
Ketika aku pergi meninggalkanmu
Meninggalkan cintamu
Ku tak ingin kau bersedih
Ku tak ingin kau menangis
Tegarlah cinta
Landaskanlah cintamu padaNya
Aku kan berada di sisiNya
Dan menantimu di surgaNya
Rindulah padaNya
Dan kau kan bertemu denganku
Dan bersama denganku
Dalam kehidupan indah yang abadi
Tersenyumlah cinta
Kenanglah aku dalam hati
Namun janganlah kau jadikan aku
Jadikan aku sebagai tetesan air mata
Aku ingin jadi senyummu
Aku ingin jadi bagian hatimu
Bukan ingin jadi sedihmu
Bukan ingin jadi air matamu
Persembahkanlah air mata itu untukNya
UntukNya yang abadi dan takkan mati
Air mata penyesalan
Terhadap diri yang hina
Dan penuh dengan dosa
Ya Habibie Ana Ukhibukki Ilaika Fillah ^.^
SHALAT !!!
Shalat
Ini berawal dari pertanyaan saya pada orang yang shalatnya begitu cepat (hanya bertanya dalam hati),” Koq bisa shalat secepat itu ya? Baca apa ya?”. Hari pun terus berlalu hingga saya terus menemukan kejanggalan atau keanehan yang ada pada orang ketika shalat:
- Shalat cepat, Inilah yang masih saya pertanyakan,” Gimana bisa cepat ya?”
- Maju kedepan ketika shaf kosong (Dalam keadaan shalat berjama’ah telah selesai), kosongnya karena jama’ahnya sudah pulang
- Mundur hingga seperti membentuk letter “L”
- Menghalangi anak kecil yang lewat didepan ketika dalam keadaan shalat ( Memang ada hadits yang menjelaskan tentang hal ini malah lebih kejam yaitu diperintahkan dibunuh), loh… tapi kan ini anak kecil yang belum tahu apa – apa
- Mematikan handphone saat sedang shalat
Tidak cukup dengan hal itu, saya menjumpai lagi ibadah secara cepat, yaitu wirid setelah shalat. Karena begitu cepatnya saya tidak pernah ikut wirid berjama’ah sebab saya tak mampu menandingi kecepatannya dan telinga saya pun tak dapat mendengar jelas beberapa kalimat wirid yang di ucapkan.
Atas kejadian – kejadian itu saya bertanya dalam hati,” Kalau ibadahnya cepat kaya gitu, koq terlihat seperti malas bertemu dengan Allah ya?”. Mari kita misalkan kejadian ini kedalam hal yang lain.
“ Misalkan kita di jadikan panitia dalam sebuah acara dan dalam susunan panitia ada seseorang yang kita benci. Ketika di adakan rapat antara panitia pasti rasanya ingin sekali rapat itu cepat selesai sebab ada dia yang kita benci, ingin sekali tidak hadir tapi kita termasuk panitia jadi mau gak mau harus hadir.”
Mungkin saja orang yang shalatnya cepat belum bisa dikatakan cinta kepada Allah dan shalat pun sebatas kewajiban saja.
Kembali lagi dengan shalat yang cepat,” Kenapa berdiri mah lama tapi ruku’ dan sujud mah cepat banget ya? Padahal kan sujud itu tempat dimana seorang hamba dekat dengan Rabbnya.”. Anehnya lagi, jika disuarakan berdirinya lebih lama dibanding dengan yang tidak disuarakan (pelan).
Bagaimana bisa menemukan sebuah kekhusyu’an jika cara shalat seperti sedang marathon?
Saya yang shalatnya normal (Gak lama dan gak cepat) saja belum pernah bisa khusyu’.
Saya pernah menguji kecepatan shalat dengan membaca Al Fatihah tanpa memperhatikan bacaannya benar atau gak dan meninggalkan bacaan – bacaan yang sunnah tapi tetap saja masih kalah.
Apa ya yang bisa menyebabkan shalat begitu cepat?
NB: Tidak pernah terbesit untuk menjelekkan orang lain, saya disini hanya ingin kita mengitropeksi diri jika memang dalam kasus ini adalah sebuah kesalahan dan kita termasuk dalam karakter yang ada pada tulisan ini.
Jika saya yang salah, saya mohon maaf.
Jangan karena kita melakukan hal yang sama dengan yang ada dalam tulisan ini lantas kita membenarkannya, lebih baik kaji lagi lalu bebenah diri.
Cinta Itu Perlu Bukti
Untuk menutup hari
ini sebelum tidur saya akan membuat sebuah catatan pendek tentang yang
sering sekali saya jadikan status, hal itu adalah cinta itu perlu bukti.
Pasti kawan setuju kan? bahwa cinta memang harus dengan pembuktian.Cinta bila hanya sekedar kata itu bisa menjadi bohong, seperti apa yang dikatakan seseorang yang saya sukai sewaktu SMA," Kalo ngomong sayang doang mah semua orang juga bisa, buktiin dong."
Eits !!! Tapi saya tidak akan membahas tentang cinta yang tak halal melainkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya tapi tapi saya pun akan membandingkannya dengan cinta kepada yang tak halal.
Mari kita telusuri kisah cinta remaja metropolitan. Karena yang akan saya bahas hanya seputar pembuktian ya jadi yang saya akan bahas sebatas bukti - bukti bahwa benar memang cinta.
Pembuktian yang sungguh naas dan menyedihkan, seorang wanita rela menyerahkan kegadisannya hanya untuk sebagai bukti cintanya kepada arjunanya, mungkin itu adalah hal yang paling ekstrim jadi saya akan mecoba mengupas dari hal yang sering kita jumpai.
Kawan pasti sering kan melihat sepasang kekasih yang belum halal dengan asyik dan bangganya memeluk kekasihnya entah itu ditaman, dipantai ataupun diatas motor. Itu mungkin bisa jadi tanda atau bukti cinta dan bisa juga sebagai kebanggaan lalu berkata," ini pacar gua loh, mesra dan romantis kan gua." idih...bikin dosa koq bangga !!!
Untuk yang tidak halal tidak berhenti sampai disitu aksi pembuktiaannya, masih banyak lagi jika disebutkan tapi cukup satu contoh itu saja ya soalnya kan mau dijadiin catatn pendek, heheheKita beralih kepada pembuktian cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.Banyak dari kaum muslim mengaku," ana cinta Allah, ana cinta Rasulullah." tapi hanya sedikit darinya yang mampu membuktikan pengakuannya.
Dengan berdalih jika shalawat itu bukti cinta kepada Rasulullah itu sudah cukup untuk kita membuktikan bahwa kita memang cinta Rasulullah, hal itu masih mengganjal hati saya dan membuat saya bertanya," Jika benar begitu cinta gak perlu dengan perbuatan dong, cukup dengan ucapan saja."
Dalam sebuah acara yang di adakan hari ahad malam, acara itu di isi penuh dengan shalawatan saya mendengar percakapan 2 orang jama'ah, kira - kira begini percakapannya:
A," Besok kita berangkat jam berapa?"
B," Abis ubuh aja biar gak telat, nanti sarapannya dijalan aja."
Sekejap saya pun langsung bertanya - tanya," Besok kan hari senin, masa mereka gak puasa sih, kan puasa senin kamis itu sunnah Rasulullah, masa giliran bid'ah pada semangat melakukannya giliran yang sunnah malas melakukannya."
Tidak hanya itu banyak yang gemar shalawat tapi shalat malam jarang dilakukan ( kalo gak melakukan mah itu TERLAAA....LU), padahal kan Rasulullah sangat menyukai shalat malam bahkan dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah itu kakinya bengkak karena lamanya berdiri saat shalat malam.
MANA BUKTINYA?
Dalam buku Salim A. Fillah yang berjudul Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim disebutkan," Benarkah kita shalawat karena kita cinta kepada Rasulullah ataukah kita hanya ingin menyogok untuk medapatkan syafa'atnya."Lalu, dalam acara wisata hati, Ustadz Yusuf Mansur berkata," Jika shalawat tanpa tahajud, dhuha, sedekah itu namanya shalawat omong kosong."
BENARKAH KITA CINTA ALLAH DAN RASULNYA????
CINTA ITU PERLU BUKTI !!!!!
Pasti kawan setuju kan? bahwa cinta memang harus dengan pembuktian.Cinta bila hanya sekedar kata itu bisa menjadi bohong, seperti apa yang dikatakan seseorang yang saya sukai sewaktu SMA," Kalo ngomong sayang doang mah semua orang juga bisa, buktiin dong."
Eits !!! Tapi saya tidak akan membahas tentang cinta yang tak halal melainkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya tapi tapi saya pun akan membandingkannya dengan cinta kepada yang tak halal.
Mari kita telusuri kisah cinta remaja metropolitan. Karena yang akan saya bahas hanya seputar pembuktian ya jadi yang saya akan bahas sebatas bukti - bukti bahwa benar memang cinta.
Pembuktian yang sungguh naas dan menyedihkan, seorang wanita rela menyerahkan kegadisannya hanya untuk sebagai bukti cintanya kepada arjunanya, mungkin itu adalah hal yang paling ekstrim jadi saya akan mecoba mengupas dari hal yang sering kita jumpai.
Kawan pasti sering kan melihat sepasang kekasih yang belum halal dengan asyik dan bangganya memeluk kekasihnya entah itu ditaman, dipantai ataupun diatas motor. Itu mungkin bisa jadi tanda atau bukti cinta dan bisa juga sebagai kebanggaan lalu berkata," ini pacar gua loh, mesra dan romantis kan gua." idih...bikin dosa koq bangga !!!
Untuk yang tidak halal tidak berhenti sampai disitu aksi pembuktiaannya, masih banyak lagi jika disebutkan tapi cukup satu contoh itu saja ya soalnya kan mau dijadiin catatn pendek, heheheKita beralih kepada pembuktian cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.Banyak dari kaum muslim mengaku," ana cinta Allah, ana cinta Rasulullah." tapi hanya sedikit darinya yang mampu membuktikan pengakuannya.
Dengan berdalih jika shalawat itu bukti cinta kepada Rasulullah itu sudah cukup untuk kita membuktikan bahwa kita memang cinta Rasulullah, hal itu masih mengganjal hati saya dan membuat saya bertanya," Jika benar begitu cinta gak perlu dengan perbuatan dong, cukup dengan ucapan saja."
Dalam sebuah acara yang di adakan hari ahad malam, acara itu di isi penuh dengan shalawatan saya mendengar percakapan 2 orang jama'ah, kira - kira begini percakapannya:
A," Besok kita berangkat jam berapa?"
B," Abis ubuh aja biar gak telat, nanti sarapannya dijalan aja."
Sekejap saya pun langsung bertanya - tanya," Besok kan hari senin, masa mereka gak puasa sih, kan puasa senin kamis itu sunnah Rasulullah, masa giliran bid'ah pada semangat melakukannya giliran yang sunnah malas melakukannya."
Tidak hanya itu banyak yang gemar shalawat tapi shalat malam jarang dilakukan ( kalo gak melakukan mah itu TERLAAA....LU), padahal kan Rasulullah sangat menyukai shalat malam bahkan dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah itu kakinya bengkak karena lamanya berdiri saat shalat malam.
MANA BUKTINYA?
Dalam buku Salim A. Fillah yang berjudul Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim disebutkan," Benarkah kita shalawat karena kita cinta kepada Rasulullah ataukah kita hanya ingin menyogok untuk medapatkan syafa'atnya."Lalu, dalam acara wisata hati, Ustadz Yusuf Mansur berkata," Jika shalawat tanpa tahajud, dhuha, sedekah itu namanya shalawat omong kosong."
BENARKAH KITA CINTA ALLAH DAN RASULNYA????
CINTA ITU PERLU BUKTI !!!!!
Sabtu, 25 Agustus 2012
Hati Yang Menangis
Entah harus bagaimana saya menjelaskan pribadi saya kepada orang lain karena saya pun turut heran kenapa saya begini, padahal sewaktu jauh dan tak suka dengan agama saya tidak begitu sensitif terhadap hal yang saya akan bahas ini.Berawal dari diri saya yang ingin menjadi seseorang yang mencintai islam. saya belajar dan terus belajar hingga saya menemukan sesosok ustadz yang begitu mudah dicerna pelajarannya (memang hanya sebatas di televisi).
Saya terus mengikuti pelajaran ustadz ini dan pada suatu ketika begitu kaget dan heran karena masa lalu ustadz ini suram dan jauh dari agama. Karena begitu tertarik dengan pelajarannya saya pun tak pernah ketinggalan menyaksikan acaranya, saya terus menyimak hingga saya ketemu dengan pelajaran tentang shalat di awal waktu.
Begitu tegasnya ustadz itu terhadap shalat di awal waktu hingga saya terngiang perkataannya yang begini," bohong !! jika orang mengaku kerja itu ibadah tapi shalatnya di tunda."
Setelah saya terus mengkaji ilmu yang diberikan, diri saya ini begitu sensitif terhadap waktu shalat dan saya pun begitu sensitif terhadap orang yang suka menunda shalat apalagi orang itu bisa dibilang ngerti agama.Hati ini menangis jika saya menunda shalat karena kalah oleh dunia.
Bukan hanya shalat yang saya pelajari tapi banyak hal dan hati saya terus merintih ketika melihat kejanggalan yang ada, lalu saya pun bertanya pada hati," kenapa mereka begitu santai terhadap kesalahannya sedangkan saya masih mempertanyakan, sudah benarkah apa yang saya lakukan?"
Saya akan coba urai apa yang hati saya tangisi.
1. Telah banyak saya dengar bacaan Al Quran yang jauh dari kata benar ( saya pun belum tentu benar), mulai dari adzan, iqamah dan bacaan imam.Tajwid dan Makhrajnya sering banyak terjadi kesalahan, sya jadi sa, dza jadi ja, dsb.
2. Beribadah tanpa ilmu !!! inilah salah satu yang saya terus perhatikan dikalangan umat muslim dan hal yang mengagetkan adalah saya banyak menemui tipe orang yang beribadah tanpa ilmu.
Saya betannya - tanya pada hati," Apakah ia tak pernah belajar tentang ibadah ya?"
3. Wajib takluk oleh bid'ah dan sunnah pun hanya menjadi bayangan dari membaranya bid'ah.
Yang ketiga ini kejadiannya tepat hari ini. Ketika saya sedang mengikuti acara tahlilan terdengar suara dengan kalimat," Shollu 'Alaihi.", kalimat itu dilantangkan dengan suara penuh emosi, bukan suara tanda bukti cinta kepada baginda Nabi besar Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam.belum selesai disitu ketika saya sedang menantikan adzan maghrib saya menggunakan waktunya untuk shalat tahiyatul masjid, shalat saya pun di iringi dengan suara hadroh yang begitu nyaring ( ada hadroh gak ada hadroh juga shalat saya mah belum bisa khusyu'), tapi bayangkan jika yang shalat adalah orang yang bisa khusyu', entah apa yang terbayang ketika shalat. Lebih lanjut lagi ketika waktu isya tiba hadroh masih tetap nyaring hingga kalimat tauhid dalam adzan pun kalah dengan suara hadroh yang didendangkan, belum cukup dsitu ternyata eh ternyata shalat yang begitu wajib pun lepas dari kegiatannya, banyak dari mereka yang sibuk untuk menyiapkan hal yang akan dibutuhkan ketika pawai obor.
Sampai kapan saya harus menyaksikan hal ini? >_
saya tidak ada maksud sedikitpun untuk sombong karena memang tak ada yang bisa disombongkan saya hanya berharap semoga dari kejadian yang membuat hati menangis, kawan semua bisa mengambilnya sebagai bahan intropeksi diri. dan yuk....... kita pertanyakan hal ini kepada diri,"sudah benarkah?"
Maaf bila ada kata yang salah
Langganan:
Postingan (Atom)

